Bajawa, IndoSuar.com – Konflik berkepanjangan terkait tapal batas antara warga masyarakat Manggarai Timur dan Riung Kabupaten Ngada mestinya sangat mudah diatasi. Karena di daerah lain, konflik serupa bisa diselesaikan dengan baik.

Hal ini dikatakan Calon Gubernur NTT, Esthon L. Foenay, dalam orasinya menanggapi keluhan warga Riung Kabupaten Ngada saat kampanye di kelurahan Nangamese, Kecamatan Riung, Ngada, Selasa (06/03/2018).

Menurut Esthon, masalah tanah yang saat ini dihadapi masyarakat Riung dan Manggarai Timur merupakan polemik yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan cepat bila pemimpin melakukan pendekatan kepada masyarakat secara budaya.

Esthon menyebut, untuk wilayah Timor banyak masalah tanah yang telah berhasil dirinya selesaikan. Bahkan, konflik warga di pulau Timor ada yang jauh lebih rumit. Tapi dengan pendekatan secara adat dan budaya Timor, akhirnya konflik dapat diakhiri dengan cara damai.

“Di Tanah Timor banyak masalah yang sudah kami selesaikan. Sebagai tuan tanah di pulau Timor, kita bisa ketahui apa yang akan kita lakukan untuk selesaikan konflik yang ada. Salah satunya, dengan pendekatan budaya. Saya mengambil contoh di wilayah kabupaten kupang arah kota Kupang menuju Baun Amarasi. Khususnya wilayah jalan ikan foti. Itu sudah kita selesaikan, sehingga sekarang masyarakat dengan tenang melakukan aktifitas melalui jalan itu,” ujar Ketua DPD Gerindra NTT ini serius.

Ditambahkan, bila dipercayakan memimpin NTT lima tahun mendatang, Esthon Foenay yakin dirinya bersama Calon Wakil Gubernur Chris Rotok akan mampu selesaikan masalah tapal batas berkepanjangan itu dalam waktu yang tidak lama. Hal itu akan dilakukannya melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan para tokoh adat serta tokoh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ngada, Kristoforus Loko yakin Esthon L. Foenay dan Christian Rotok sebagai mantan birokrat dengan segudang pengalaman, akan mampu menyelesaikan masalah-masalah rumit yang ada dipropinsi ini, termasuk konflik hak atas tanah.

“Dengan sosok dan kepribadian Esthon Foenay dan Chris Rotok yang tampil sederhana, apa adanya, tapi punya segudang pengalaman, kita yakin dapat menyelesaikan kasus tanah perbatasan dua kabupaten bertetangga ini dengan baik dan cepat," ujar Ketua DPD PAN Kabupaten Ngada ini optimis.

Kristo Loko menyebut, sebagai anak Riung dan juga Ketua PAN, dirinya sudah tiga kali bertemu dengan Esthon Foenay. Dalam pertemuan itu, sudah sampaikan secara terbuka beberapa permasalah. Dan pihaknya minta bantuan kepada Esthon Foenay dan Chris Rotok untuk memberi perhatian serius pada permasalahan yang dialami warga masyarakat NTT.

“Kami sebagai anak-anak mengharapkan bapak sebagai bapak yang bijaksana dan arif. Tolong selesaikan masalah yang sudah puluhan tahun dialami masyarakat riung ini,” ujarnya.

Seperti dilaporkan sebelumnya, Esthon hadir di Riung Kabupaten Ngada kali ini tanpa didampingi calon wakil gubernur Christian Rotok. Pasalnya, Rotok sedang menggelar kampanye yang sama di Manggarai.

Turut serta dalam rombongan, para tokoh partai pengusung paket Esthon-Chris, antara lain Bendahara Umum DPW PAN NTT Meri Dando, Ketua Fraksi PAN DPRD NTT Agustinus Lobo, Ketua DPW Perindo NTT Jonathan Nubatonis, dan Ketua DPD PAN Kota Kupang Felix Dando. (*)