Kota Kupang, indoSuar.com- Para Kepala SMA dan SMK yang tergabung dalam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah I yang meliputi Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang menerima hasil Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2017/2018 Kemarin petang Selasa (1/5/2018).

Penyerahan hasil UN SMA/SMK dilakukan sendiri oleh Kepala UPT Wilayah I, Saleha H. Wongso, SE di kantornya petang kemarin.

Dalam arahannya, Saleha Wongso mengatakan, hasil UN SMA/SMK tahun menurun jauh dibanding tahun lalu.

"Tahun ini Nilai UN tambah turun. Hasil tahun lalu (2017) malah lebih baik. Khusus UPT Wilayah I, hanya satu sekolah swasta yang masuk 10 besar Nilai rata-rata UN NTT 2018, yakni SMA Kristen 2" ujar Kepala UPT Wilayah I di hadapan ratusan Kepala Sekolah yang hadir kemarin.


Dikatakan, hasil UN NTT tahun ini memang tidak dibuat peringkat, namun, dari catatan yang dibuat pihaknya, baik UNBK maupun UNKP, hasilnya lebih buruk tahun ini.

"Karena itu, akan ada rapat evaluasi khusus tentang hasil UN ini. Pengumuman serentak akan dilaksanakan seluruh SMA/SMK se-NTT tanggal 3 Mei 2018. Jangan ada yang umumkan besok. Besok (Rabu 2 Mei) hanya ada pernyataan resmi Ibu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT. Karena kita harus fokus pada upacara Hardiknas," tandas Saleha Wongso.

Ditambahkan, Hasilnya UN memang tidak menentukan kelulusan, tapi sangat penting sebagai dasar pemetaan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

Kepada kepala sekolah, diharapkan, besok (hari ini, red) sehabis upacara, agar adakan rapat dengan para guru di sekolah masing-masing untuk menyampaikan hasil UN, sekaligus Keputusan Kelulusan siswa.

Tentang Hasil UN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se NTT, dikatakan, SMK juga buruk hasilnya. Baik kota Kupang maupun Kabubaten Kupang, hasilnya juga buruk dibanding tahun lalu.

Dari 4 mata pelajaran UN, nilai rata-rata Matematika paling rendah. Karena itu, Kepala UPT Wilayah I menegaskan agar sekolah-sekolah menggiatkan kembali musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) khususnya bidang studi matematika.

"Kalau nilai Bahasa Inggris rendah, kita tidak heran. Karena itu bahasa orang lain (bangsa lain, red). Tapi ini Matematika, (adalah mata pelajaran wajib yang menggunaan Bahasa Indonesia, red) harusnya bagus, tutup Saleha H. Wongso.

Dari pantauan media ini, hanya Kepala SMA dan SMK Kota Kupang dan Kabupaten Kupang yang mengambil hasil UN di Kantor UPT kemarin. Sedangkan Sekolah-sekolah Kabupaten TTS mengambil hasilnya di Soe. (Mann)