Kota Kupang, indoSuar.com – Sekecil apapun Keberhasilan, harus disyukuri dengan cara terhormat dan berbudaya. Termasuk keberhasilan anak-anak dalam menempuh Pendidikan Menengah Atas (SMA) pun, perlu dirayakan dengan cara yang santun dan penuh ucapan syukur.


Hal ini disampaikan Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang, Drs. Soleman Dapa Taka, MA saat menyampaikan Sambutan pada acara Pengumuman Hasil Kelulusan dan Pelepasan Lulusan Angkatan ke-14 Sekolah ini di Ballroom Swissbellinn Kristal Hotel Jalan Timor Raya Kupang, Kamis (3/5/2018).

Pantauan media ini saat acara berlangsung, para siswa, guru dan Kepala sekolah serta Ketua Yayasan memakai kostum setelan Jas dan dasi untuk Pria dan Sarung-Kebaya untuk Wanita.

Acara diawali dengan prosesi masuk Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, guru dan para lulusan diiringi musik dan lagu Rohani "Thank You Jesus", dinyanyikan Tiara Ritu, siswi Kelas XI IPA yang juga adalah salah satu MC (Master of Ceremony) di acara itu. Tiara mendampingi Ferdy Asamau, S.Pd, guru Pendidikan Seni SMA Mercusuar sebagai pembawa acara yang sangat meriah hari itu.

Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang pada kesempatan itu mengatakan, acara seperti itu sudah biasa dilaksanakan dengan kemasan yang sama sejak Pengumuman Kelulusan Angkatan pertama 2005 lalu.

"Acara Pengumuman Kelulusan dan Pelepasan Lulusan sengaja kami kemas seperti ini untuk memberi pembelajaran yang baik kepada anak-anak, bahwa keberhasilan sekecil apapun, harus dirayakan dan disyukuri dengan cara yang pantas dan terhormat," tandas Mann Dapa Taka, sapaan Akrab Kepala SMA Mercusuar ini.

Dikatakan, banyak sekali pengorbanan yang dicurahkan oleh siswa, orangtua dan guru selama anak-anak bersekolah 3 tahun di jenjang pendidikan SMA, baik tenaga, pikiran, maupun dana dan materi lainnya. Karena itu, sangat tidak elok kalau Kelulusan hanya dirayakan di jalan-jalan dengan cat pilox dan spidol serta cat warna-warni.

Kebahagian dan kebangaan bagi segenap siswa-siswi, orangtua, dan para tenaga pendidik atas kelulusan 100% untuk 57 siswa ini dipadukan dalam ibadah syukuran yang dilangsungkan setelah prosesi masuk para guru dan lulusan, dipimpin Pendeta Hengky Abineno, M.Th. Ibadah Syukur mengambil tema "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang", diambil dari Kitab Amsal 23:18.

Kepala Sekolah SMA Mercusuar, Soleman Dapa Taka dalam sambutannya mengajak semua yang hadir saat itu untuk bersyukur atas pengunguman dan pelepasan 57 orang siswa SMA Kristen Mercusuar Kupang angkatan ke 14.

Ditambahkan pula, hasil kelulusan anak-anak sudah diketahui. Sebanyak 57 org peserta Ujian, baik USBN maupun UN semuanya Lulus.

Ditegaskan, yang menentukan kelulusan tahun ini adalah Nilai Ujian Sekolah yang tahun ini sudah ditingkatkan levelnya menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

“Dalam USBN, 25% soal dibuat oleh Kementrian Pendidikan di Jakarta sedangkan 75% dibuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTT,” tegasnya.

“Dari hasil akhir pemeriksaan USBN, saya lihat nilai anak-anak kita sangat bagus. Nilai tertinggi mencapai 94 lebih dan terendah 85. Angka terendah USBN 85 ini persis sama dengan batas minimal angka ketuntasan Belajar Minimal yang kita tetapkan untuk kelas XII yakni angka 85. Karena itu, saya dan teman-teman guru cukup bangga dengan prestasi anak-anak, karena tidak sia-sia kita kerahkan segala upaya untuk mempersiapkan mereka sejak jauh-jauh hari,” tambah Mann Dapa Taka.

Selain itu menurut Mann, hasil UN, walaupun tidak menentukan kelulusan, pihaknya juga menaruh perhatian yang besar. Pihaknya sudah laksanakan pembelajaran yang cukup padat, dari jam 7:30 sampai jam 2:30 siang, ditambah lagi dengan SP (program semester pendek untuk perbaikan nilai yang belum mencapai angka ketuntasan minimal pada semester sebelumnya, red) dan Pendalaman materi selama 7 bulan terakhir sejak September tahun lalu sampai Maret tahun ini.

Ia melanjutkan, Secara Nasional, NILAI Rata-rata UN menurun sangat jauh tahun ini dibanding tahun-tahun lalu. Di NTT pun Nilai Rata-rata UN menurun. Untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang tidak ada sekolah yg masuk 10 besar. Termasuk Mercusuar yang biasanya ada di 2 besar NTT selama ini, ikut turun juga. Kecuali 1 sekolah swasta yakni SMA Kristen Kupang yang masuk 10 besar.

“Yang masuk 10 besar kali ini semuanya ada di daratan Flores dan pelosok timur pulau Timor,” jelasnya.

Penurunan nilai UN yang merata secara Nasional kali ini, salah satunya disebabkan adanya peningkatan tingkat kesukaran soal dari 10% menjadi 20% yang lebih menekankan pada kemampuan analisis tinggi.

Penyebab lain, adalah menurunnya semangat belajar anak dan dukungan orangtua serta lingkungan akibat nilai UN tidak lagi menentukan kelulusan.

Dijelaskan lagi, walaupun hasil UN rata-rata turun untuk semua sekolah, pihaknya tetap beryukur karena hasil UN kali ini masih lumayan bagus dengan nilai rata-rata 50,9.

Nilai 50.9 ini masih di atas nilai rata-rata Provinsi NTT yang ada di angka 42. Angka ini turun 20 poin dari tahun lalu, dan sedikit lebih rendah dari rata-rata Nasional yang ada di angka 53.0.

Dalam sambutannya juga ia menyampaikan selamat kepada 3 siswa peserta didik yang membuahkan hasil yang sangat baik.

“Ada 3 anak yang dapat Nilai tertinggi 88 di Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris atas nama Aristo, Fani dan Tania. Kita berharap, anak-anak yang nilai UNnya bagus, bisa diterima pula di Perguruan Tinggi yang mensyaratkan Nilai UN tinggi seperti yang mereka inginkan,” ucapnya.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada para orangtua, atas kepercayaan menitipkan anak-anaknya untuk dibina selama 3 tahun di SMA Mercusuar.

Terima kasih juga disampaikan kepada Yayasan untuk kepercayaan yang diberikan untuk menangani sekolah ini sejak tahun 2002.

Ucapan terima kasih ditujukan pula kepada anak-anak yang sudah mempercayakan 3 tahun masa belajar mereka ditangan para guru Mercusuar.

“Hari ini secara formal kami lepaskan kalian, tapi kita tetap satu keluarga. Ingatlah para guru dan almamater kalian. Minimal ingatlah mereka dalam doa-doa kalian,” ucapnya lagi.

"Terima kasih untuk semua prestasi yang kalian pernah ukir selama di Mercusuar. Banyak yang sudah kalian ukir indah, baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik yang sudah membuat bangga para orangtua dan para guru di sini. Selamat meneruskan perjalanan kalian meraih masa depan yang cerah dan penuh harapan," imbuh Mann Dapa Taka.

Masyarakat yang turut mendukung dan mendoakan Mercusuar sehingga Mercusuar masih terus mendapatkan tempat khusus di hati yang terdalam masyarakat NTT sehingga masih eksis sampai sekarang, mendapatkan apresiasi yang sama dari pihak sekolah.

Terima kasih juga ditujukan kepada Lurah Naikoten 2 atas terciptanya suasana lingkungan yang nyaman untuk anak-anak belajar di sekolah selama ini.

Sementara itu, mewakili para siswa dan siswi yang lulus, Aristo Ndolu dalam pesan dan kesannya bersyukur dan bangga bisa bersekolah di SMA Mercusuar Kupang.

“Terima kasih karena telah memberi kesempatan itu kepada saya dan teman-teman semua,” ujarnya.
Mewakili teman-teman se-angkatan, Aristo mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan, Kepala Sekolah dan para guru. Terima kasih juga disampaikan dirinya kepada orangtua yang telah mendukung mereka untuk bersekolah di SMA Mercusuar Kupang.

Aristo juga menyampaikan permohonan maaf kepada para guru bila pihaknya banyak membuat hal-hal yang kurang menyenangkan, misaknya melawan, tidak kerja tugas atau bolos saat pelajaran.

Sementara itu mewakili para orang tua dalam sambutannya, Insinyur Ayub Meko mengungkapkan, orangtua menganggap, bukan saja prestasi atau nilai akademik yang didapat anak-anak dari sekolah ini, melainkan pembentukan karakter yang baik, juga didapatkan anak-anak.

Menurutnya, di sekolah lain juga hari Kamis itu sudah mengumumkan kelulusan, tapi dengan cara berbeda dan kurang baik.

“Kita bisa bertemu mereka (siswa lulusan sekolah lain, red) di luar pagar sekolah, karena pintu pagar sekolah ditutup dari dalam. Menurut saya mereka tidak menghargai proses pendidikan yang baik. Pakaian seragam dicoret-coret bahkan dirobek-robek. Itu menandakan bahwa tidak ada penghargaan terhadap proses yang telah dilalui. Oleh karena itu saya berpikir bahwa apa yang dibuat oleh Yayasan Mercusuar Kupang adalah sebuah proses penanaman nilai budaya dan etika yang baik kepada anak didik,” jelasnya.

Ayub Meko menyebutkan, sangat puas dengan hasil didikan Lembaga Pendidikan Kristen Mercusuar Kupang. Dan karena itu, pihaknya secara konsisten dan berkomitmen menyekolahkan 4 orang anaknya berturut-turut di sekolah ini termasuk Samuel Abraham Ayub Meko, anak bungsunya yang jadi salah satu lulusan Mercusuar tahun ini. (Mann)