Kota Kupang, indoSuar.com - Ketekunan dalam mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh, rajin dan tuntas, akan selalu membuahkan kesuksesan. Apa yang diimpikan-impikan, bila dikejar dan dikerjakan dengan tekun, suatu saat pasti akan diraih. Itulah yang dilakukan cewek yang satu ini.

Dia adalah Erly Lilyani Aprilia Tokan. Cita-citanya sejak masih kecil untuk menjadi photo model dan juara dalam ajang fashion show, akhirnya tercapai, berkat ketekunannya. Lomba Fashion Show casual style kain tenun khas NTT dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda di Kota Kupang tahun 2018 telah menghantar-nya menjadi Juara I.

Lomba Fashion Show dimaksud, adalah salah satu kegiatan akbar tahun ini yang digelar di Kantor Gubernur NTT oleh Gema Remaja dan Pemuda Kreatif (GERAK) NTT dengan tema GERAK SUMPAH PEMUDA 2018 pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2018.

Walau sangat gigih dalam mengejar cita-citanya menjadi model dengan mengikuti berbagai event lomba fashion yang ada, Lian, demikian Erly Lilyani Aprilia Tokan biasa disapa, tidak menduga dirinya akan keluar sebagai Juara I di ajang fashion show akbar dan cukup bergengsi ini. Pasalnya, pesertanya adalah para model dari berbagai daerah di NTT, termasuk para model senior kota Kupang dan dari Jakarta. Dari peserta yang ikut, ada yang sudah sering jadi juara lomba dan tentu jam terbangnya sudah jauh lebih tinggi bila dibanding dirinya.

Bukan hanya itu, para juri, fotografer dan perias model lomba fashion kali ini, sebagiannya dari Jakarta. Tak heran, Lian yang mendapat nomor urut 30 agak ragu bisa masuk nominasi di ajang ini. Sebut saja, ada Handy Hartono, Fashion Designer Indonesia dari Jakarta, sebagai juri utama. Ada pula James Radar, photographer ternama Indonesia asal Kupang. Dan ada lagi Iman Kristian, “ahli” make-up artis (MUA) ternama Indonesia, juga asal Kupang.

Bahkan, segera setelah tampil di lomba hari pertama, Jumat (26/10/2018), cewek manis dan berbakat yang lahir 15 tahun yang lalu ini justru mengirim pesan WhattsApp (WA) ke redaksi indoSuar.com berisi permintaan maaf dua kali secara beruntun.

“Maaf Lian belum bisa tampilkan yang terbaik…,” demikian bunyi pesan WA pertama dari Lian yang diterima redaksi pada pukul 20:37 wita.

“Lian sekali lagi minta maaf pak. Lian belum kasih (berikan, red) yang terbaik. Lian janji akan lebih (banyak) belajar lagi. Besok (Sabtu, 27/10/2018, red) akan ada pengumuman pemenang pak,” tulis Lian Tokan dalam pesan WA-nya yang kedua, lima menit berikutnya.

Bagi siswi kelas X IPS SMA Kristen Mercusuar Kupang dan anak pertama Papa Roy La'a Ull dan Mama Maya Rosansra Kiatebak ini, bisa tampil dipanggung akbar seperti itu, dirinya sudah sangat puas. Apa lagi, ia bisa bersaing dengan para model top se-wilayah NTT dan Jakarta, sudah lebih dari cukup bila tidak jadi juara.

“Lian pung impian terkabul pak,” tuturnya dalam logat melayu Kupang saat ditanya wartawan media ini tentang perasaannya setelah tampil malam itu.

Bahkan, saat menantikan saat-saat pengumuman hasil lomba malam sebelumnya, Lian yang disapa media ini tadi malam (Sabtu, 27/10/2018), membalas WA dengan pesan agak singkat: “Menang bersyukur kalah(pun) terhormat.”

Namun, tak disangka-sangka dirinya, dari penilaian Juri, Lian ternyata mendapat nilai tertinggi untuk kategori B Usia 11-15 tahun. Ia meraih posisi Juara I dan mendapat hadiah uang tunai 1 juta rupiah.

“Pak. Lian juara 1,” tulisnya singkat dalam pesan WA ke redaksi pada pukul 20:05 wita malam tadi.

Ia melanjutkan, “Pak, Lian tidak sangka, Lian mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Puji Tuhan Lian bisa kasih (jadikan) bangga Mama-Papa, Keluarga (SMA Kristen) Mercusuar dan semua orang. Lian puas pak.”

Yang membuat dirinya sangat bangga, adalah karena lomba fashion ini termasuk perlombaan terbesar. Pasalnya, para pesaingnya dari berbagai daerah di NTT dan jurinya pun semuanya dari luar NTT. Namun ia bisa kalahkan semuanya.

Seperti diberitakan iNews NTT, Gema Remaja dan Pemuda Kreatif, atau disingkat GERAK NTT, menggelar event sosial untuk membantu biaya pengobatan anak kurang mampu yang menderita penyakit berbahaya dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang.

Para pemuda inspiratif yang terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan, seperti disainer tenun NTT, seniman, penyiar, dan berbagai profesi itu, mengajak Pemuda dan Ramaja Kota Kupang untuk lebih memaknai hari Sumpah Pemuda.

Untuk itu, GERAK mengajak para pemuda dan warga Kota Kasih untuk berdonasi lewat ajang Lomba Fashion Show dan Open Tournament Futsal.

Dikatakan, konten yang diperlombakan sebagai ajang untuk mengajak pemuda untuk berdaya, berkarya, dan peduli yaitu lomba fashion show casual tenun NTT yang didukung oleh Timor Creative People (TCP), sebagai trend setter fashion tenun anak muda Kota Kupang saat ini.

Rivani Bistolen, dari TCP Kupang yang dihubungi indoSuar.com secara terpisah usai pengumuman hasil lomba mengatakan, TCP sebagai Komunitas yang bergerak di dunia Fashion dipercayakan untuk menghandle Lomba Fashion Show dan Fashion Show bersama para difabeldimaksud.

“Tujuannya, memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018, Menjadikan Pemuda Berdaya, Berkarya dan Peduli. Berdaya, Seluruh panitia adalah Pemuda Kota Kupang dari berbagai Komunitas. Sedangkan Berkarya, maksudnya, talent-talent yg tampil pada saat lomba adalah sosok muda mudi yang bertalenta agar memotivasi pemuda Kota Kupang, umumnya NTT, untuk berkarya,” kata Vani, sapaan akrab Putri Pariwisata NTT tahun 2016 ini.

Selanjutnya, Vani menambahkan, “Peduli, dimaksudkan, bahwa kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan Amal, yg memiliki tujuan sangat Mulia. Di mana seluruh uang pendaftaran dan dana dari proposal (yang terkumpul) akan disumbangkan ke 3 (orang) adik yang menderita penyakit langka (untuk pengobatan, operasi, dll.). Kemudian untuk fashion show, selain peserta diwajibkan membayar uang pendaftaran, peserta juga diajarkan untuk berdonasi lewat buku, pakaian, dan lain lain bagi anak-anak kurang mampu.”

Tentang para Model TCP sendiri, Vani mengatakan, selain menjadi Panitia, berperan merangkap performer menggunakan rancangan Handy Hartono. Seluruh model senior TCP tampil di tanggal 26 Oktober 2018, sedangkan Model TCP Trainee (yang masih menjalani pelatihan modeling, red) tampil di hari kedua tanggal 27 Oktober malam tadi.

Dari SMA Kristen Mercusuar sendiri, ada 4 orang model yang ikut di ajang ini. Mereka adalah Nidya Abineno, Stela Kause, Kesya Sereh dan Lian Tokan. Semuanya adalah siswi Kelas X salah satu sekolah swasta terfavorit Kota Kupang itu. Lian memakai kostum casual bahan tenunan asal kabupaten Alor berwarna hijau.

“(Acaranya,red) Sangat keren. Namun perlu animo yang lebih besar lagi dari seluruh pemuda Kota Kupang, dan NTT umumnya, agar ke depan event-event positif seperti ini bisa diikuti,” tutup Vani Bistolen dalam wawancara dengan indoSuar.com.

(Mann)