Kota Kupang, indoSuar.com - Pariwisata menjadi sangat penting dan merupakan kekuatan besar di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena NTT sangat kaya akan panorama dan keindahan alam serta budaya yang unik dan beraneka ragam. Hal ini harus terus dijaga, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di Provinsi ini.

Hal ini dikatakan Steivanie Erianie Fernando, salah satu peserta Lomba Putri Pariwisata NTT tahun 2019 yang diwawancarai usai mengikuti Technical Meeting (TM) di Kantor Dinas Pariwisata NTT, Kamis (11/07) kemarin.

Gadis cantik berkacamata ini, lebih lanjut mengatakan, keindahan alam dan budaya NTT harus diperkenalkan ke seluruh dunia. Agar dunia tahu, serpihan sorga ternyata ada di provinsi kita ini.

"Kita harus bisa mengenalkan dan membawa NTT kepada dunia. Dan hal ini sangat berkaitan dengan ekonomi. Melalui pariwisata, roda perekonomian dapat berputar dan meningkat cepat. Jika perekonomian meningkat maka rakyat akan hidup sejahtera," ujarnya saat ditanyai mengapa sektor pariwisata menjadi sangat penting di NTT.

Mahasiswi semester IV program studi Pendidikan Bahasa Inggris Univeritas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang biasa disapa Vanie oleh teman-temannya ini mengaku, ia sudah memiliki bakat di bidang fashion show (peragaan busana) sejak kecil.

Untuk itu, melalui ajang pemilihan Putri Pariwisata kali ini, sambil terus mengasa kemampuannya di bidang fashion, Vanie ingin berperan secara lebih nyata serta berguna bagi kemajuan provinsi NTT.

"Vanie ingin cari pengalaman, melatih diri Vanie, menambah wawasan, membaggakan keluarga dan semua yang mengenal Vanie dan ingin menjadi yang terbaik bagi NTT," tuturnya lebih lanjut.

Dara cantik dengan tinggi badan 170cm ini menuturkan, ajang pemilihan Putri Pariwisata NTT kali ini bukan ajang pertama yang ia ikuti. Sudah banyak ajang lomba fashion yang ia jajal. Bahkan dirinya sering jadi juara.

Salah satunya adalah Festival dan Lomba Peragaan Busana Modifikasi Tenunan Daerah NTT yang digelar BP Paud dan Balai Dikmas NTT dalam rangka perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bulan Mei tahun 2018 lalu. Vanie saat itu keluar sebagai Juara I.

Selain itu, "Vanie juga sering diminta untuk mengisi acara sebagai peragawati atau model busana," imbuhnya.

Saat ditanya peluangnya untuk menang di ajang tahunan bergengsi ini, Cece (sapaan sayang dalam keluarga) mengaku yakin menang.

"Dengan pertolongan Tuhan dan dukungan dari semua Vanie yakin Vanie pasti bisa pak," ujarnya melalui telepon kepada redaksi indoSuar.com malam tadi.

Sejak kecil Vanie memang sudah punya cita-cita menjadi artis (actress, red). Hal itu diungkapkannya dalam logat Melayu Kupang yang kental dan informal kepada penulis, yang sudah mengenalnya sejak dua tahun lalu.

"Hahahaa...kalau dulu Vanie cita-citanya mau jadi artis pak不. Mau jadi model, mau jadi putri-putri 不不. Tapi kalo sekarang sonde tau leh (lagi, red) mau jadi apa pak 不. Tuhan bawa ke mana na itu su. 五 Kalau sekarang Vanie hanya pengen menjadi pribadi yang berdampak saja sih pak. Dan (Vanie, red) lebih banyak berserah ," sambungnya dalam pesan Whatsapp (WA) yang diselipi emoticon sekitar tengah malam tadi.

"Jadi sekarang Vanie lebih ke arah situ sih pak. Lebih ingin mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri. Dan FKIP Bing vani jadikan sebagai jembatan Vanie untuk bisa gapai semua itu 五," imbuhnya bercita-cita.

Putri pertama dari Mama Santhy Mesah dan Papa Raymod Fernando ini adalah salah satu dari 22 peserta Pemilihan Putri pariwisata NTT dari berbagai Kabupaten dan Kota NTT tahun ini.

Mengakhiri wawancara dengan awak media ini, Vanie menyampaikan satu pesan manis, mengutip lirik sebuah lagu rohani Kristen teranyar.

"Vanie cuma mau pesan bahwa hidup ini 'cuman' sekali dan hidup ini adalah kesempatan. Lakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupmu dan jangan pernah menyerah. Tetapi tetaplah semangat dan optimistis. Tuhan menyertai kita semua," tutupnya.

Untuk diketahui, di ajang kali ini, Steivanie Fernando direkomendasikan oleh pelatih, berkoordinasi dengan pihak panitia penyelenggara untuk mewakili Kabupaten Sumba Timur. Kebetulan saja, Sumba Timur tidak mengirimkan perwakilan dari sana.

Tahapan Lomba ini sendiri dimulai dengan Pendaftatan peserta dan TM Kamis (11/07) kemarin di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTT, dilanjutkan hari ini Jumat (12/07) dengan agenda Pembekalan Materi, Wawancara dan Telent Show. Dan Grand Final besok Sabtu (13/07) di Hotel Aston Kupang.

Peserta lainnya, ada Claudya Beribe dari Kabupaten Sikka. Ada Connie Ndaparoka yang mewakili Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), ada Intan Ina Ngele dari Sumba Barat, Monik dari Manggarai Timur, dan Anabella Kristiana dari Kabupaten Belu.

Selain itu, ada juga Clara Solle dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Mawar dari Timor Tengah Utara (TTU).

(Mann)