RRI PRO 1 Kupang melakukan dialog luar studio di SMA Kristen Mercusuar Kupang bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi, S.pd M.pd., Kepala sekolah, Drs. Soleman Dapa Taka, MA, serta dua siswa berprestasi Immanuel Johan D. Los dan Dylan C. Lolang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 9/11/2023 tepat pada pukul 09.30-11.30 WITA, dipresenteri oleh Rany Veronika. Dialog tersebut membahas suatu topik bertemakan "Pahlawan dalam perspektif dua generasi" dan disiarkan langsung melalui akun YouTube RRI PRO 1 Kupang.

Rany Veronika, dalam pengantarnya mengatakan, “Dialog ini bertujuan untuk mengetahui perjuangan para pahlawan bangsa dan bagaimana cara menerapkan semangat perjuangan dalam kehidupan anak muda sebagai generasi bangsa.” 

Kadis P dan K Provinsi NTT, dalam kesempatan ini, mengatakan, “Pahlawan merupakan orang-orang yang rela mengorbankan waktu, tenaga, maupun harta mereka demi kepentingan bangsa dan negara. Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil dari perjuangan panjang para pahlawan yang dengan tulus mengabdikan diri untuk membebaskan negeri ini dari penjajahan. Mereka rela berkorban mempertaruhkan nyawa atas bangsa Indonesia.”

Saat diwawancara oleh awak media IndoSuar.com, salah satu siswa SMA Kristen Mercusuar, Imanuel Los selaku ketua panitia Pentas Seni (PENSI) mengatakan, “penerapan jiwa pahlawan adalah dengan berani melawan keegoisan dalam diri, artinya menjadi pahlawan dalam mengalahkan egoisme diri sendiri terlebih dahulu baru menjadi pahlawan bagi orang lain termasuk lingkungan sekitar, sehingga dapat menginspirasi generasi muda lainnya.”

Dylan Lolang, Ketua OSIS SMA Kristen Mercusuar Kupang, pada kesempatan yang sama menjelaskan, sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan, pemuda harus berani berkorban serta bertanggung jawab demi kepentingan bersama. Contohnya adalah bersikap jujur, rajin belajar, menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan disiplin terhadap waktu.

“Cara memaknai hari pahlawan adalah bagaimana menghormati dan mengadopsi semangat, juga keberanian serta mengekspresikan potensi diri melalui tindakan nyata yang berdampak bagi banyak orang khususnya anak muda”, tandas Dylan.

Drs. Soleman Dapa Taka, MA selaku Kepala sekolah (Kepsek) mengatakan, aksi nyata yang cukup besar untuk memaknai hari pahlawan adalah dengan mengadakan kegiatan PENSI di bulan November yang adalah seni pelajar yang diikuti oleh semua siswa di Kota Kupang bahkan sedaratan Timor, sehingga anak muda dapat berkreasi dan memiliki keberanian untuk mengekspresikan diri.

“Selain itu dalam rangka menghidupkan patriotisme, SMA Kristen Mercusuar Kupang melakukan Mercu peduli yang diadakan oleh OSIS, dengan memberikan bantuan secara sukarela kepada kelompok-kelompok yang kurang beruntung misalnya pakaian layak pakai, makanan, dan lain sebagainya”, tambah Mann Dapa Taka, sapaan akrab Kepsek yang juga dosen Bahasa Inggris FKIP Undana ini.

Dikatakan, Kepala sekolah dan para guru SMA Kristen Mercusuar akan terus memberikan dukungan dan kepercayaan kepada para siswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri melalui kegiatan ekstrakulikuler Mercusuar Pageant Basecamp (MPB) yang mencakup kelas Modelling, kelas Public Speaking, kelas photo dan videographer, kelas Sanggar Tari, kelas Music dan kelas Dance, sehingga para siswa dapat berkembang sesuai bakat dan kemampuan yang di miliki.

Menutup Dialog Luar Studio kemarin, Kadis P dan K Provinsi NTT menghimbau para siswa SMA Kristen Mercusuar agar tidak melupakan sejarah perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan lebih khusus pahlawan yang ada di provinsi NTT.


Penulis: lodoviko babut

Editor: ira luik, mdt